Minggu, 17 September 2017

REVIEW MATERI BTOPH 2017

Kegiatan basic training of public health yang dilakukan tanggal 16 set – 17 sept 2017 memiliki banyak manfaat yang dapat diambil, diantaranya adalah penjelasan materi-materi mengenai miracle dalam kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat lewat pengabdian mashasiswa baru, dan juga advokasi.
Materi yang pertama adalah miracle oleh Dr. Sc. Hum. Budi Aji, SKM, M. Sc.. Mahasiswa didefinisikan sebagai seseorang yang dewasa. Mahasiswa tentunya sudah mengerti dan paham hal apa saja yang harus mereka lakukan, dan hal apa saja yang harus mereka tinggalkan. Mahasiswa dinilai sebagai seorang yang sudah tau dan mengenal dengan baik masalah skala prioritas. Untuk itulah sebagai mahasiswa sudah seharusnya melatih kemampuan. Jadikan kampus sebagai wadah untuk mengembangkan diri. Usahakan segala sesuatu yang dilakukan menghasilkan hal yang bermanfaat. Jangan sekali-kali sesuatu yang dilakukan tidak memberikan manfaat apa-apa. Karena, justru di usia inilah yang menjadi ajang kita untuk menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada pada diri kita. Usahakan segala sesuatu yang dilakukan berasal dari keinginan di hati. Karena apabila segala sesuatunya berasal dari keinginan di hati, maka kita akan menjalankannya dengan menyenangkan tanpa terbebani oleh sesuatu hal.
Mahasiswa tersebut natinya akan merasakan bagaimana rasanya sebagai seorang sarjana. Tak terkecuali mahasiswa kesehatan masyarakat. Seorang mahasiswa sarjana kesehatan masyarakat harus bisa serta mampu melayani dan melakukan upaya pencegahan (preventif) untuk masyarakat, mempunyai sebuah impian supaya bisa digapai dan mempunyai pemikiran yang positif. Seorang sarjana kesehatan masyarakat juga harus bisa survive. Saat memasuki dunia pekerjaan, dalam pasar kerja terdapat tiga kompetensi yang dibutuhkan. Tiga kompetensi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Computer Literacy
2.      Critical System Thinking
3.      Ability to Serve
Yang harus kita ketahui, pada saat for first timer job seeker, ada tiga hal yang menjadi poin penting. Tiga hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Positive energy and respect people
2.      Output oriented
3.      Taat terhadap aturan dan mampu melaksanakan tugas
Saat on the first timer job seeker, bukan hal yang tak mungkin apabila kita menemui beberapa hambatan. Hambatan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      No working experience
2.      Limited ability in human relation
3.      Low professional competencies
Seperti kebanyakan jurusan, jurusan Kesehatan masyarakat sendiri memiliki visi. Dimana visi tersebut dapat kita sebut dengan ‘MIRACLE’. MIRACLE memiliki arti tersendiri, yaitu sebagai berikut :
1.      M = Manager
2.      I = Innovator
3.      R = Researcher
4.      A = Apprenticer
5.      C = Communitarian
6.      L = Leader
7.      E = Educator
Dengan visi tersebut, diharapkan apabila lulusan sarjana kesehatan masyarakat mampu menjadi agen of change yang mampu memecahkan masalah kesehatan. Tujuan utama sarjana kesehatan masyarakat bisa menjadi satuan pendidikan dan agen pencegahan (preventif) terhadap kesehatan masyarakat. Karena itulah, seorang sarjana kesehata masyarakat harus mempunyai wawasan yang luas dan berilmu seperti hal berikut :
1.      Knowledge driven model
2.      Problem solving model
3.      Interactive model
4.      Elightemend model
Apabila berbicara mengenai prospek kerja sarjana kesehatan masyarakat tentunya hal tersebut sangat banyak sekali jenisnya. Seorang sarjana kesehatan masyarakat mempunyai banyak peluang dan kesempatan di banyak tempat yang tersebar di negeri ini. Hal tersebut diantaranya adalah sebagai  berikut :
1.      BPJS Kesehatan
2.      Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK)
3.      Penyuluhan tentang kesehatan
4.      Sanitarian
5.      Kepala Puskesmas
6.      Ahli kesehatan lingkungan industry
7.      Epidemologi kesehatan
Melihat prospek kerja di atas, sebagai mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat kita harus yakin dan percaya akan kesuksesan. Kita harus terus berjuang dalam mewujudkan cita-cita untuk menggapai sebuah kesuksesan. Dengan paham dan mengerti lebih jauh tentang kesehatan masyarakat, maka nantinya tergambar pula mengenai prospek karir di bidang kesehatan masyarakat untuk beberapa tahun mendatang.
Matei yang kedua adalah mengenai pemberdayaan dan penyuluhan masyarakat lewat pengabdian mahasiswa baru oleh Raditya Pradipta, SKM. Jurusan kesehatan masyarakat memiliki desa binaan tersebut berada di Desa Gandatapa. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, akan dilakukan beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Penyuluhan dalam bidang edukasi atau pembelajaran terlebih dahulu
2.      Melakuakan penyadaran
3.      Motivasi masyarakat yang bertujuan untuk pemberitahuan wawasan
4.      Mempercayakan diri
Pemberdayaan masyarakat sendiri memiliki prinsip atau langkah-langkah. Prinsip atau langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Persiapan
Dalam persiapan, kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan sebuah penyuluhan untuk masyarakat. Baik itu dalam bentuk materi ataupun dalam bentuk yang lainnya.
b.      Pengkajian
Dalam pengkajian sendiri kita perlu melakukan studi kasus penyuluhan itu sendiri, apa yang sekiranya masyarakat bisa dapatkan dan apa yang telah kita beri untuk masyarakat. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan.
c.       Perencanaan
Dalam hal perencanaan disini membicarakan mengenai rencana tentang apa saaja yang akan kita lakukan saat penyuluhan itu berlangsung. Dan apa saja kira-kira yang harus kita beri untuk masyarakat.
d.      Pelaksanaan
Pada proses pelaksanaan sangat penting untuk diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan, pada tahapan ini berbagai cara harus dikerahkan demi tercapainya tujuan dari penyuluhan tersebut. Apabila dalam proses ini terjadi kegagalan, maka sudah dapat dipastikan bahwa penyuluhan yang dilakukan juga gagal, dan apa yang menjadi tujuan dari penyuluhan tersebut tidak berhasil untuk tersalurkan.
e.       Monitoring dan Evaluasi
Pada proses moitoring dan evaluasi, kita akan mendapatkan hasil berupa sukses atau tidaknya kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Dalam tahapan ini, kegiatan penyukuhan dapat disimpulkan menghasilkan suatu kesuksesan atau justru malah sebaliknya.
Dalam melakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat, tentunya telah terdapat beberapa tahapan-tahapan pemberdayaan masyarakat. Yang dimana tahapan-tahapan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Penyadaran
Dalam tahapan penyadaran sendiri terdapat hal-hal seperti motivasi dan kepercayaan diri. Kita sebagai pelopor perubahan kesehatan di lingkunagn masyarakat harus mampu dan bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang cara menjaga kesehatan agar mereka (masyarakat tersebut) mendapat pengetahuan dan gambaran apa arti sehat yang sesungguhnya. Hal ini penting dalam rangka menumbuhkan mindset bahwa sehat itu penting. Selain itu, hal tersebut juga dapat memberi semangat dan juga motivasi agar mereka (masyarakat tersebut) dapat merubah pola ataupun gaya hidup yang dinilai tidak sehat dan pantas untuk ditinggalkan.
2.      Peningkatan kemampuan
Dalam tahapan peningkatan kemampuan mengandung beberapa hal seperti pengetahuan. ketrampilan, dan juga perilaku. Maksudnya adalah, sbagai pelopor perubahan kesehatan di lingkungan masyarakat harus mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan juga perilaku yang dapat mendukung wujud nyata terealisasikannya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang ada di Indonesaia. Jadi, kita harus mempunya pengetahuan, ketrampilan, dan juga perilaku yang menjadi modal dalam pelopor perubahan kesehatan demi menuju derajat kesehatan yang lebih baik lagi.
            Agar kegiatan penyuluhan yang dilakukan masuk dalam kegiatan penyuluhan yang baik. Maka terdapat beberapa cara atau metode-metode yang dapat dilakukan. Metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Kenali sasaran dengan baik
Sebelum melakukan penyuluhan disuatu tempat, hal pertama yang wajib kita lakukan adalah mengenali situasi dan kondisi daerah sasaran dengan baik.
2.      Kuasai materi dengan baik
Dengan penguasaan materi yang baik, maka dalam melakukan penyuluhan rasa percaya diri akan tercipta. Penguasaan materi juga mampu menghipnotis masyarakat sasaran penyuluhan untuk turut serta mengikuti hal-hal yang disebutkan dalam penyuluhan.
3.      Rencana kegiatan yang terstruktur
Renaca kegiatan yang terstruktur akan membuat kegiatan penyuluhan yang dilakukan lebih tertata sehingga tujuan dari diadakannya penyuluhan dapat lebih mudah untuk terealisasikan.
Materi yang ketiga adalah advokasi oleh Rizki Bahari Aritonang. Advokasi adalah upaya persuasi yang mencakup kegiatan penyadaran, rasionalisasi, argumentasi, serta rekomendasi tindak lanjut mengenai suatu hal atau kejadian. advokasi bermakna sebagai suatu bentuk usaha untuk mempengaruhi kebijakan publik dengan berbagai macam pola komunikasi persuasif.
Tujuan umum Advokasi adalah : Diperolehnya komitmen dan dukungan dalam upaya kesehatan, baik berupa kebijakan, tenaga, dana, sarana, kemudahan, keikut sertaan, dalam kegiatan, maupun berbagai bentuk lainya sesuai keadaan dan usaha.
Tujuan khusus
1.      Adanya pengenalan atau kesadaran.
2.      Adanya ketertarikan atau peminatan atau tanpa penolakan.
3.      Adanya kemauan atau kepedulian atau kesanggupan untuk membantu dan menerima perubahan.
4.      Adanya tindakan/ perbuatan/kegiatan yang nyata (yang diperlukan).
5.      Adanya kelanjutan kegiatan(kesinambungan kegiatan).
Tahapan advokasi diantaranya ada empat. Hal tersebut yaitu kajian, lobbying, audience, dan yang terakhir aksi. Tahapan audience dan aksi sendiri dapat disatukan menjadi satu tahapan.  Dimana pada saat tahapan tersebut, sudah dikerahkan beberapa massa yang merasa senasib dan sepenanggungan. Dikerahkannya massa tersebut bertujuan agar yang dituntut tahu dan paham seberapa banyak orang yang mendukung aksi tersebut.
Jenis-jenis advokasi jika dilihat dari segi masalah, advokasi bisa digolongkan menjadi 3, yaitu advokasi diri, advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan bahkan sangat pribadi; advokasi kasus, advokasi yang dilakukan sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok yang belum memiliki kemampuan membela diri dan kelompoknya dan advokasi kelas, yaitu sebuah proses mendesakkan sebuah kebijakan publik atau kepentingan satu kelompok masyarakat (dalam hal ini pelajar dan remaja) dengan tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang berujung pada lahirnya produk perundang undangan yang melindungi atau berubahnya legislasi yang dianggap tidak adil.
Perlu diketahui pula bahwa advokasi juga bisa hidup dalam ruang lingkup kampus atau universitas. Advokasi dalam kampus lebih mengarah kepada menangani aspirasi mahasiswa maupun mahasiswi. Kita ambil contoh saja, Universitas Jendral Soedirman, sudah memiliki sebuah organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa UNSOED. Dimana didalam organisasi ini terdapat sebuah badan advokasi.yang mengurusi dan melindungi hak-hak mahasiswa maupun mahasiswi.
Advokasi secara umum memiliki persamaan dan perbedaan dengan advokasi dalam kampus. Persamaannya tentulah terletak pada usaha yang sistematis dan terorganisir dalam membela dan melindungi hak-hak serta memberikan sokongan terhadap perubahan kebijakan publik. Yang menjadi perbedaannya hanyalah dari subyeknya, kalau advokasi dalam kampus atau universitas lebih mengarah kepada membela dan melindungi mahasiswa maupun mahasiswi yang mengemban pendidikan di kampus atau universitas terkait. Intinya satu, Advokasi bukanlah gerakan yang ditujukan untuk segelintir orang dengan sejumput keinginan untuk memuaskan keinginan sendiri. Perlu ada upaya merangkul pihak-pihak lain sebanyak mungkin.
Beberapa prinsip prinsip dibawah ini bisa dijadikan pedoman dalam melakukan advokasi, yaitu sebagai berikut:
1.      Realitas
Memilih isu dan agenda yang realistis, jangan buang waktu kita untuk sesuatu yang tidak mungkin tercapai.
2.      Sistematis
Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat, kemas informasi semenarik mungkin dan libatkan media yang efektif.
3.      Taktis
Advokasi tidak mungkin bekerja sendiri, jalin koalisi dan aliansi terhadap sekutu. Sekutu dibangun berdasarkan kesamaan kepentingan dan saling percaya.
4.      Strategis
Kita dapat melakukan perubahan-perubahan untuk masyarakat dengan membuat strategis jitu agar advokasi berjalan dengan sukses.
5.      Berani
Jadikan isu dan strategis sebagai motor gerakan dan tetaplah berpijak pada agenda bersama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar