Kegiatan
basic training of public health yang dilakukan tanggal 16 set – 17 sept 2017 memiliki
banyak manfaat yang dapat diambil, diantaranya adalah penjelasan materi-materi mengenai miracle dalam kesehatan
masyarakat, pemberdayaan masyarakat lewat pengabdian mashasiswa baru, dan juga
advokasi.
Materi
yang pertama adalah miracle oleh Dr. Sc. Hum. Budi Aji, SKM, M. Sc.. Mahasiswa
didefinisikan sebagai seseorang yang dewasa. Mahasiswa tentunya sudah mengerti
dan paham hal apa saja yang harus mereka lakukan, dan hal apa saja yang harus
mereka tinggalkan. Mahasiswa dinilai sebagai seorang yang sudah tau dan
mengenal dengan baik masalah skala prioritas. Untuk itulah sebagai mahasiswa
sudah seharusnya melatih kemampuan. Jadikan kampus sebagai wadah untuk
mengembangkan diri. Usahakan segala sesuatu yang dilakukan menghasilkan hal
yang bermanfaat. Jangan sekali-kali sesuatu yang dilakukan tidak memberikan
manfaat apa-apa. Karena, justru di usia inilah yang menjadi ajang kita untuk
menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada pada diri kita. Usahakan
segala sesuatu yang dilakukan berasal dari keinginan di hati. Karena apabila
segala sesuatunya berasal dari keinginan di hati, maka kita akan menjalankannya
dengan menyenangkan tanpa terbebani oleh sesuatu hal.
Mahasiswa
tersebut natinya akan merasakan bagaimana rasanya sebagai seorang sarjana. Tak terkecuali
mahasiswa kesehatan masyarakat. Seorang mahasiswa sarjana kesehatan masyarakat
harus bisa serta mampu melayani dan melakukan upaya pencegahan (preventif)
untuk masyarakat, mempunyai sebuah impian supaya bisa digapai dan mempunyai
pemikiran yang positif. Seorang sarjana kesehatan masyarakat juga harus bisa
survive. Saat memasuki dunia pekerjaan, dalam pasar kerja terdapat tiga
kompetensi yang dibutuhkan. Tiga kompetensi tersebut diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Computer
Literacy
2. Critical
System Thinking
3. Ability
to Serve
Yang
harus kita ketahui, pada saat for first timer job seeker, ada tiga hal yang
menjadi poin penting. Tiga hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Positive
energy and respect people
2. Output
oriented
3. Taat
terhadap aturan dan mampu melaksanakan tugas
Saat
on the first timer job seeker, bukan hal yang tak mungkin apabila kita menemui
beberapa hambatan. Hambatan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. No
working experience
2. Limited
ability in human relation
3. Low
professional competencies
Seperti
kebanyakan jurusan, jurusan Kesehatan masyarakat sendiri memiliki visi. Dimana visi
tersebut dapat kita sebut dengan ‘MIRACLE’. MIRACLE memiliki arti tersendiri, yaitu
sebagai berikut :
1. M
= Manager
2. I
= Innovator
3. R
= Researcher
4. A
= Apprenticer
5. C
= Communitarian
6. L
= Leader
7. E
= Educator
Dengan
visi tersebut, diharapkan apabila lulusan sarjana kesehatan masyarakat mampu
menjadi agen of change yang mampu memecahkan masalah kesehatan. Tujuan utama
sarjana kesehatan masyarakat bisa menjadi satuan pendidikan dan agen pencegahan
(preventif) terhadap kesehatan masyarakat. Karena itulah, seorang sarjana
kesehata masyarakat harus mempunyai wawasan yang luas dan berilmu seperti hal
berikut :
1. Knowledge
driven model
2. Problem
solving model
3. Interactive
model
4. Elightemend
model
Apabila
berbicara mengenai prospek kerja sarjana kesehatan masyarakat tentunya hal
tersebut sangat banyak sekali jenisnya. Seorang sarjana kesehatan masyarakat
mempunyai banyak peluang dan kesempatan di banyak tempat yang tersebar di
negeri ini. Hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. BPJS
Kesehatan
2. Administrasi
Kebijakan Kesehatan (AKK)
3. Penyuluhan
tentang kesehatan
4. Sanitarian
5. Kepala
Puskesmas
6. Ahli
kesehatan lingkungan industry
7. Epidemologi
kesehatan
Melihat
prospek kerja di atas, sebagai mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat kita
harus yakin dan percaya akan kesuksesan. Kita harus terus berjuang dalam
mewujudkan cita-cita untuk menggapai sebuah kesuksesan. Dengan paham dan
mengerti lebih jauh tentang kesehatan masyarakat, maka nantinya tergambar pula
mengenai prospek karir di bidang kesehatan masyarakat untuk beberapa tahun
mendatang.
Matei
yang kedua adalah mengenai pemberdayaan dan penyuluhan masyarakat lewat
pengabdian mahasiswa baru oleh Raditya Pradipta, SKM. Jurusan kesehatan
masyarakat memiliki desa binaan tersebut berada di Desa Gandatapa. Dalam rangka
pemberdayaan masyarakat, akan dilakukan beberapa hal diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Penyuluhan
dalam bidang edukasi atau pembelajaran terlebih dahulu
2. Melakuakan
penyadaran
3. Motivasi
masyarakat yang bertujuan untuk pemberitahuan wawasan
4. Mempercayakan
diri
Pemberdayaan
masyarakat sendiri memiliki prinsip atau langkah-langkah. Prinsip atau
langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
a. Persiapan
Dalam
persiapan, kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk melakukan sebuah
penyuluhan untuk masyarakat. Baik itu dalam bentuk materi ataupun dalam bentuk
yang lainnya.
b. Pengkajian
Dalam
pengkajian sendiri kita perlu melakukan studi kasus penyuluhan itu sendiri, apa
yang sekiranya masyarakat bisa dapatkan dan apa yang telah kita beri untuk
masyarakat. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan.
c. Perencanaan
Dalam
hal perencanaan disini membicarakan mengenai rencana tentang apa saaja yang
akan kita lakukan saat penyuluhan itu berlangsung. Dan apa saja kira-kira yang
harus kita beri untuk masyarakat.
d. Pelaksanaan
Pada
proses pelaksanaan sangat penting untuk diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan,
pada tahapan ini berbagai cara harus dikerahkan demi tercapainya tujuan dari
penyuluhan tersebut. Apabila dalam proses ini terjadi kegagalan, maka sudah
dapat dipastikan bahwa penyuluhan yang dilakukan juga gagal, dan apa yang
menjadi tujuan dari penyuluhan tersebut tidak berhasil untuk tersalurkan.
e. Monitoring
dan Evaluasi
Pada
proses moitoring dan evaluasi, kita akan mendapatkan hasil berupa sukses atau
tidaknya kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Dalam tahapan ini, kegiatan
penyukuhan dapat disimpulkan menghasilkan suatu kesuksesan atau justru malah
sebaliknya.
Dalam
melakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat, tentunya telah terdapat beberapa
tahapan-tahapan pemberdayaan masyarakat. Yang dimana tahapan-tahapan tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Penyadaran
Dalam
tahapan penyadaran sendiri terdapat hal-hal seperti motivasi dan kepercayaan
diri. Kita sebagai pelopor perubahan kesehatan di lingkunagn masyarakat harus
mampu dan bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang cara menjaga
kesehatan agar mereka (masyarakat tersebut) mendapat pengetahuan dan gambaran
apa arti sehat yang sesungguhnya. Hal ini penting dalam rangka menumbuhkan
mindset bahwa sehat itu penting. Selain itu, hal tersebut juga dapat memberi
semangat dan juga motivasi agar mereka (masyarakat tersebut) dapat merubah pola
ataupun gaya hidup yang dinilai tidak sehat dan pantas untuk ditinggalkan.
2. Peningkatan
kemampuan
Dalam
tahapan peningkatan kemampuan mengandung beberapa hal seperti pengetahuan. ketrampilan,
dan juga perilaku. Maksudnya adalah, sbagai pelopor perubahan kesehatan di
lingkungan masyarakat harus mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan juga
perilaku yang dapat mendukung wujud nyata terealisasikannya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang ada di Indonesaia. Jadi, kita harus mempunya
pengetahuan, ketrampilan, dan juga perilaku yang menjadi modal dalam pelopor
perubahan kesehatan demi menuju derajat kesehatan yang lebih baik lagi.
Agar kegiatan penyuluhan yang
dilakukan masuk dalam kegiatan penyuluhan yang baik. Maka terdapat beberapa
cara atau metode-metode yang dapat dilakukan. Metode-metode tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Kenali
sasaran dengan baik
Sebelum
melakukan penyuluhan disuatu tempat, hal pertama yang wajib kita lakukan adalah
mengenali situasi dan kondisi daerah sasaran dengan baik.
2. Kuasai
materi dengan baik
Dengan
penguasaan materi yang baik, maka dalam melakukan penyuluhan rasa percaya diri
akan tercipta. Penguasaan materi juga mampu menghipnotis masyarakat sasaran
penyuluhan untuk turut serta mengikuti hal-hal yang disebutkan dalam
penyuluhan.
3. Rencana
kegiatan yang terstruktur
Renaca
kegiatan yang terstruktur akan membuat kegiatan penyuluhan yang dilakukan lebih
tertata sehingga tujuan dari diadakannya penyuluhan dapat lebih mudah untuk
terealisasikan.
Materi
yang ketiga adalah advokasi oleh Rizki Bahari Aritonang. Advokasi adalah upaya
persuasi yang mencakup kegiatan penyadaran, rasionalisasi, argumentasi, serta
rekomendasi tindak lanjut mengenai suatu hal atau kejadian. advokasi bermakna sebagai
suatu bentuk usaha untuk mempengaruhi kebijakan publik dengan berbagai macam
pola komunikasi persuasif.
Tujuan
umum Advokasi adalah : Diperolehnya komitmen dan dukungan dalam upaya
kesehatan, baik berupa kebijakan, tenaga, dana, sarana, kemudahan, keikut
sertaan, dalam kegiatan, maupun berbagai bentuk lainya sesuai keadaan dan
usaha.
Tujuan
khusus
1. Adanya
pengenalan atau kesadaran.
2. Adanya
ketertarikan atau peminatan atau tanpa penolakan.
3. Adanya
kemauan atau kepedulian atau kesanggupan untuk membantu dan menerima perubahan.
4. Adanya
tindakan/ perbuatan/kegiatan yang nyata (yang diperlukan).
5. Adanya
kelanjutan kegiatan(kesinambungan kegiatan).
Tahapan
advokasi diantaranya ada empat. Hal tersebut yaitu kajian, lobbying, audience,
dan yang terakhir aksi. Tahapan audience dan aksi sendiri dapat disatukan
menjadi satu tahapan. Dimana pada saat
tahapan tersebut, sudah dikerahkan beberapa massa yang merasa senasib dan
sepenanggungan. Dikerahkannya massa tersebut bertujuan agar yang dituntut tahu
dan paham seberapa banyak orang yang mendukung aksi tersebut.
Jenis-jenis
advokasi jika dilihat dari segi masalah, advokasi bisa digolongkan menjadi 3,
yaitu advokasi diri, advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan bahkan sangat
pribadi; advokasi kasus, advokasi yang dilakukan sebagai proses pendampingan
terhadap orang atau kelompok yang belum memiliki kemampuan membela diri dan
kelompoknya dan advokasi kelas, yaitu sebuah proses mendesakkan sebuah
kebijakan publik atau kepentingan satu kelompok masyarakat (dalam hal ini
pelajar dan remaja) dengan tujuan akhir terwujudnya perubahan sistematik yang
berujung pada lahirnya produk perundang undangan yang melindungi atau
berubahnya legislasi yang dianggap tidak adil.
Perlu
diketahui pula bahwa advokasi juga bisa hidup dalam ruang lingkup kampus atau
universitas. Advokasi dalam kampus lebih mengarah kepada menangani aspirasi
mahasiswa maupun mahasiswi. Kita ambil contoh saja, Universitas Jendral
Soedirman, sudah memiliki sebuah organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa UNSOED.
Dimana didalam organisasi ini terdapat sebuah badan advokasi.yang mengurusi dan
melindungi hak-hak mahasiswa maupun mahasiswi.
Advokasi
secara umum memiliki persamaan dan perbedaan dengan advokasi dalam kampus. Persamaannya
tentulah terletak pada usaha yang sistematis dan terorganisir dalam membela dan
melindungi hak-hak serta memberikan sokongan terhadap perubahan kebijakan
publik. Yang menjadi perbedaannya hanyalah dari subyeknya, kalau advokasi dalam
kampus atau universitas lebih mengarah kepada membela dan melindungi mahasiswa
maupun mahasiswi yang mengemban pendidikan di kampus atau universitas terkait. Intinya
satu, Advokasi bukanlah gerakan yang ditujukan untuk segelintir orang dengan
sejumput keinginan untuk memuaskan keinginan sendiri. Perlu ada upaya merangkul
pihak-pihak lain sebanyak mungkin.
Beberapa
prinsip prinsip dibawah ini bisa dijadikan pedoman dalam melakukan advokasi,
yaitu sebagai berikut:
1. Realitas
Memilih isu dan agenda yang realistis, jangan buang waktu kita untuk sesuatu yang tidak mungkin tercapai.
Memilih isu dan agenda yang realistis, jangan buang waktu kita untuk sesuatu yang tidak mungkin tercapai.
2. Sistematis
Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat, kemas informasi semenarik mungkin dan libatkan media yang efektif.
Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat, kemas informasi semenarik mungkin dan libatkan media yang efektif.
3. Taktis
Advokasi tidak mungkin bekerja sendiri, jalin koalisi dan aliansi terhadap sekutu. Sekutu dibangun berdasarkan kesamaan kepentingan dan saling percaya.
Advokasi tidak mungkin bekerja sendiri, jalin koalisi dan aliansi terhadap sekutu. Sekutu dibangun berdasarkan kesamaan kepentingan dan saling percaya.
4. Strategis
Kita dapat melakukan perubahan-perubahan untuk masyarakat dengan membuat strategis jitu agar advokasi berjalan dengan sukses.
Kita dapat melakukan perubahan-perubahan untuk masyarakat dengan membuat strategis jitu agar advokasi berjalan dengan sukses.
5. Berani
Jadikan isu dan strategis sebagai motor gerakan dan tetaplah berpijak pada agenda bersama.
Jadikan isu dan strategis sebagai motor gerakan dan tetaplah berpijak pada agenda bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar